Cari pertolongan tanda manusia biasa

5 hari terakhir ini sangat menyiksa. Dimulai dengan batuk-batuk kecil setelah memimpin acara di luar. Saya pikir dengan minum vitamin dan istirahat, harusnya cepat hilang. Sayangnya malam itu malah tidak bisa tidur nyenyak, gara-gara muncul gangguan ke dua yaitu nyanyian nyamuk yang membentuk pasukan koor serta membuat gatal di malam hari. Alhasil senin pagi batuk semakin meraja lela ditambah sedikit demam dan rasa lelah. Masih tetap mencoba beraktivitas, namun tubuh semakin tidak nyaman di hari ke dua dan ke tiga. Sudah tahu harus puasa bicara, malah beraktivitas yang membuat suara makin hilang dan serak.

Hari ke empat diri sudah sangat tidak nyaman, ditambah radang di tenggorokan bikin hati rasa gak karuan. Sudahlah jangan jadi dokter bagi diri sendiri…tapi tetap enggan bertanya minta nasehat. Namun satu suara kecil mengingatkan ada 1 acara lagi di sabtu yang bakal membutuhkan suara yang prima, terpaksa membuat kekerasan kepala saya mengalah. Mencari pertolongan dari sekelompok kawan. Kasih dan kepedulian kawan sangat luar biasa. Dari yang usul obat cina sampai mau nemenin ke dokter semua ada, termasuk berbagai judul nama obat yang super duper susah dibaca. Hore pertolongan datang dan hari ke 5 tubuh mulai pulih. Masalah 5 hari yang menyiksa harusnya selesai Cuma dalam 1 hari. Gara-gara saya malas bertanya dan “gak mau menyusahkan orang”

Dalam sisi hidup lainnya, seringkali saya menemui klien yang mirip kelakuannya seperti saya dalam konteks berbeda. Banyak dari klien memilih setengah mati berjuang sendiri hadapi kegamangan hidup. Sulitnya masalah jiwa yang merintih dalam kesulitan hingga sudah masuk ke tahap mulai kritis, alias cenderung depresi, panik, halusinasi dan delusi bahkan pernah saya hampir diserang oleh salah satu klien yang lagi kumat parah.

Alangkah baiknya kalau itu bisa dimulai dengan kesadaran, bahwa wajar kita punya masalah kesehatan mental dan sangat wajar saat kita rasa mulai menggangu, secepatnya minta bantuan orang lain untuk menolong. Pengalaman batuk hingga jadi radang parah mengingatkan kita semua bahwa kalau penyakit fisik saja tidak mampu hadapi sendiri, apalagi penyakit mental. Kesadaran kita tidak mampu menyelesaikan semua masalah sendiri, menunjukkan kita ini masih manusia biasa yang butuh orang lain untuk berbagi. Terutama butuh intervensi Tuhan sang Pencipta kita dalam menghadapi realita hidup yang seringkali juga dipengaruhi dari pengalaman masa lalu.

Ayo teman, mulai memeriksa diri. Mungkin itu baru keluhan susah tidur, lelah berkepanjangan, mood cenderung negative. Carilah kawan untuk berbagi dan bila perlu temui ahlinya yang bisa membantu mempertemukan cara Tuhan mendamaikan lewat proses terapi ke dalam jiwa/mentalmu yang bergolak.

Selamat bergumul, cari pertolongan dan jadilah pulih

About Puzzle of Life

Yayasan Puzzle of Life memiliki visi untuk mengembangkan potensi anak muda

View all posts by Puzzle of Life →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *