Peduli atau kepo?

Sudahlah kak, tidak perlu diperpanjang…toh mereka tidak lakukan kesalahan. Mereka hanya sedikit kebablasan dalam bergaul. Mungkin cowo rangkulan di kamar cewe itu sudah biasa dalam keluarga. Mungkin hanya menunjukkan kedekatan abang dan adik angkatnya. Lagipula kita tidak punya bukti kuat untuk menegur mereka…

Itulah sekelumit pembelaan beberapa kawan senior untuk meredam rasa amarahku ketika menemukan fakta pergaulan antar remaja yang kami bimbing di komunitas dan dalam pikiranku sudah menjurus ke   arah berbahaya. Mereka bilang aku kepo, ngurusin hal yang gak perlu diurusin. Padahal aku merasa peduli dengan keselamatan ke dua remaja tersebut termasuk masa depan mereka kalau ternyata kekuatiranku itu benar terjadi.

Sebenarnya apa sih batas peduli dan kepo?

Apakah peduli itu menunggu sampai terjadi kejadian fatal? Misalkan hamil di luar nikah atau sampai terjadi peristiwa bunuh diri yang belakangan marak di tengah remaja awal, barulah kita beramai-ramai mendiskusikan, meributkan bahkan mengadakan seminar bahayanya kehidupan remaja tanpa batas. Lalu mempermasalahkan pola asuh yang menjadi pemicu kejadian buruk tersebut? Sebelum ada itu semua, maka itu disebut kepo?

Bukankah kejadian fatal itu ada gejalanya? Sudah bisa dirasakan mulai dari renggangnya hubungan ortu dan anak? Atau dari pola relasi antar remaja yang mulai melakukan sentuhan-sentuhan yang berbahaya atau saat mereka sengaja mengurung diri tanpa ingin diawasi?

Kalau aku sih lebih memilih dituduh kepo deh daripada kehilangan rasa peduli, mengabaikan signal-signal bahaya karena berbagai kasus banyak bisa dicegah kalau saja kita lebih peduli. Peduli bukan berarti sekedar memarahi, tetapi peduli juga mau tahu lebih jauh ada apa dibalik sikap pemberontakan entah dengan sengaja menunjukkan kebebasan atau menarik diri tidak mau diganggu.

Mulai masuk ke dunia remaja bukan berarti 100% setuju sama mereka. Belajar memahami siapa diri remaja dan apa yang mereka butuhkan. Mengerti mereka sekaligus ajar mereka juga mengerti orang lain. Satu harapan mereka mulai terbuka dan mau mendengar masukan dari orang yang lebih senior dan peduli, bukan kepo.

Peduli ≠ kepo.

Lebih baik dibilang kepo karena peduli daripada KEPO (Kosong Engga Peduli Orang)

About Puzzle of Life

Yayasan Puzzle of Life memiliki visi untuk mengembangkan potensi anak muda

View all posts by Puzzle of Life →

14 Comments on “Peduli atau kepo?”

  1. 自從戒掉這食品就從此沒有長過痘痘! Marie Claire (HK) Edition 「點解過咗青春期仲會長青春痘?」 自從青春期過後,小編一向皮膚不錯,很少再長痘痘,有時候熬了幾晚夜,第二天皮膚依然有光澤,仲會上到妝。但好景不常,兩個月前下巴開始長痘痘,而且慢慢擴散至臉頰。原以

  2. I simply want to tell you that I am just very new to blogging and site-building and seriously liked your web-site. Probably I’m want to bookmark your website . You really have awesome writings. Regards for revealing your web-site.

  3. NEAUVIA,歐洲血統透明質酸,目前遍布於全世界56個國家,行政總部在瑞士,卻是源自於意大利的品牌。採用21世紀先進的技術,提取出前所未有的高純度透明質酸,迅速的在全球攻占市場,卓越的品質,領先的技術和平民的價位,已經逐漸的出現在大眾的視線裡,被越來越的人使用。NEAUVIA以系列分女性專用和男性專用,大中小分子以及唇部專用和私處專用,其中私處專用己經在國內一些比較大的整形機構普遍使用。素材提取無與倫比的純淨,運用嶄新PEG鏈結技術-更安全

  4. Thank you for the auspicious writeup. It in fact was a amusement account it. Look advanced to more added agreeable from you! However, how can we communicate?

  5. Excellent beat ! I wish to apprentice while you amend your site, how could i subscribe for a blog website? The account helped me a acceptable deal. I had been a little bit acquainted of this your broadcast offered bright clear concept

Leave a Reply

Your email address will not be published.