Resensi Film “Temple Grandin”

Judul Film: Temple Grandin

Director: Mick Jackson

Naskah: Temple Grandin (berdasarkan buku: “Emergence”), Margaret Scariano

Pemain: Claire Danes,  Julia Ormond,  David Strathairn dan kru.

 

 

Sinopsis film secara singkat:

Film “Temple Grandin” ini merupakan film based on true story yang diangkat dari kisah hidup seorang yang bernama Temple Grandin. Grandin dilahirkan dalam kondisi menderita Autism Spectrum Disorder (ASD) yang dimana Grandin sejak masa kecilnya mengalami kesulitan komunikasi dengan orang yang ada disekitarnya. Walaupun kondisi Grandin yang pada masa itu pengobatan dan therapy belum semaju saat ini, membuat orang tuanya putus harapan, tidak membuat Grandin serta merta putus harapan. Kegigihan dan dukungan dari orangtuanya serta guru SMA Grandin yang terus mempercayai serta mendukung Grandin, pada akhirnya dalam kondisi autismnya berhasil sampai menyelesaikan gelar sarjana, master dan bahkan berhasil menyelesaikan doctoralnya, yang dimana pada masa itu adalah hal yang sangat tidak mungkin dicapai oleh orang yang memiliki keterbatasan seperti Grandin ini. Memang Grandin memiliki kecerdasan di dalam matematika dan teknik sehingga dalam perhitungannya, Grandin sangat tepat, akurat dan detail.

                     Film ini mengajarkan kepada penulis resensi mengenai satu hal yang penting, yaitu setiap orang terutama setiap anak dilahirkan pasti memiliki sebuah potensi, kemampuan dan bakat yang special dan menonjol. Tidak ada yang tidak memiliki potensi ini tak terkecuali anak berkebutuhan khusus seperti dalam kasus Temple Grandin yang adalah anak terlahir ASD (Austism Spectrum Disorder). Memang individu yang autis terlahir memiliki struktur otak dan system syaraf yang berbeda dengan individu lain pada umumnya. Walaupun demikian, individu yang menderita ASD ini juga memiliki potensi dan kemampuan komunikasi yang dapat digali, diasah dan dikembangkan sementara itu individu yang mempunyai kebutuhan khusus seperti ASD ini juga membutuhkan dukungan penuh baik secara mental, social maupun spiritual dari keluarga yang kondusif dan sabar, karena keluarga merupakan tempat pertama seorang individu memulai sebuah kehidupan.

 

***Setiap insan individu UNIKadanya dan BERPOTENSI***

About Puzzle of Life

Yayasan Puzzle of Life memiliki visi untuk mengembangkan potensi anak muda

View all posts by Puzzle of Life →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *