Bunuh Diri? WHY?!?

Kak aku gak ingin hidup kalau wifi dicabut…ini pernyataan seorang remaja usia 14 tahun saat diberitahu kemungkinan tidak naik kelas, yang berakibat dicabutnya wifi di rumah, gara-gara ia kerajingan main youtube.

Dulu, orang ingin bunuh diri karena dirasa sudah sangat putus asa dan tidak lagi menemukan harapan dalam masa depannya, entah karena hutang yang besar atau merasa tidak ada gunanya lagi hidup di dunia ini.

Namun jaman now, bahkan di saat punya ketenaran dan kekayaan berlimpahpun, orang memutuskan bunuh diri. Anthony M. Bourdain dan Kate Spade, 2 tokoh terkenal melakukannya. Di Indonesia, beberapa remaja belakangan ini masuk berita karena melakukan bunuh diri,  Cuma gara-gara ulangan mandarin yang jelek atau tidak berhasil masuk sekolah impian. Yang berpikir untuk bunuh diri juga makin sering, minimal seperti catatan saya di awal dan beberapa orang yang datang kepada saya, menyatakan keinginan tersebut.

Berdasarkan penelitian yang dihimpun PDC care ditemukan:

Selain itu, angka kematian akibat bunuh diri di kalangan orang muda semakin meresahkan. Berdasar data dari National Institute of Mental Health (NIMH) jumlah kasus bunuh diri saat cenderung meningkat. ( “Angka Bunuh Diri Meningkat, Peneliti Kembangkan Alat Prediksi”, https://sains.kompas.com/read/2017/11/14/120500723/angka-bunuh-diri-meningkat-peneliti-kembangkan-alat-prediksi).

Kalau begitu kecenderungan bunuh diri itu kudu bikin kita hati hati ya. Jadi apa saja sih penyebab orang kepingin bunuh diri:

  1. Depresi, perasaan tertekan yang dipicu oleh kondisi sekitar ataupun karena harapan diri sendiri yang tidak tercapai. Bisa juga karena pengaruh penyakit kejiwaan.
  2. Bullying, tekanan social membuat seseorang merasa tidak berharga
  3. Relasi, buruknya relasi dengan orang yang dianggap dekat

Misalnya gagal di ujian mandarin, mungkin berakibat dibully oleh guru, sehingga merasa diri bodoh dan tidak berharga. Apalagi kalau orang tua ikut menekan. Atau dicabutnya sambungan wifi, berakibat putusnya relasi dengan kawan-kawan dunia maya yang selama ini dirasa sudah memberi kenyamanan dalam diri orang tersebut. So, rasa tidak berharga dan kehilangan sangat rebtan di jaman now.

Jadi apa yang bisa dilakukan adalah masing-masing kita waspada terhadap kondisi mental dan kejiwaan kita. Tekanannya bisa kompleks banget dan belajar peduli dengan lingkungan mana yang mungkin rentan dengan kecenderungan bunuh diri.

About Puzzle of Life

Yayasan Puzzle of Life memiliki visi untuk mengembangkan potensi anak muda

View all posts by Puzzle of Life →

2 Comments on “Bunuh Diri? WHY?!?”

Leave a Reply

Your email address will not be published.