Om Yon, seorang pejuang di tengah suku yang berbeda

Pagi-pagi kami tiba disambut sepanci bubur ayam, caisim dan kacang bawang. Rasanya nikmat apalagi kami baru saja tiba di Lewa yang super duper dingin. Tapi yang lebih berkesan lagi adalah keramahan om Yon yang suaranya khas baritone, selalu tersenyum dan siap melayani.

Ngobrol punya ngobrol, ternyata baru ngeh, si om Yon berasal dari Bogor tapi sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Sumba. Latar belakang masa lalu yang buruk dan hampir membawa dia masuk penjara, namun di tangkap Tuhan hingga bertobat membuat ia berani menyerahkan hidup dipakai olehNya di pelosok Indonesia.

Selain menjadi hamba Tuhan, ia pun menjadi petani dan peternak. Beliau juga bercerita suka duka bergaul di tengah orang Sumba yang sering mudah putus asa ketika hadapi masalah. Bagaimana ia berusaha menunjukkan teladan di tengah  ke berbedaan budaya tersebut.

Beliau juga yang memperjuangkan agar kami bisa membantu seminar di sekolah negeri di Lewa plus memberi seminar juga untuk para guru di sana. Ia mengatakan tidak seharusnya kita bersantai sedangkan ada banyak hal yang harus dikerjakan di luar sana.

Terima kasih om Yon, buat sharing perjuangannya. Semoga kami yang masih muda ini bisa memiliki semangat yang sama buat negeri tercinta ini.

 

About Puzzle of Life

Yayasan Puzzle of Life memiliki visi untuk mengembangkan potensi anak muda

View all posts by Puzzle of Life →