Tut Wuri Handayani

Tut..Wu..Ri..Handayani, itulah aba-aba dari sondang, salah satu personil teman seperjalanan ke Sumba. Hal ini terjadi gara-gara kami nyasar waktu mencari pantai Laipori, terus mobil kami terperosok di tanah pasir.

Awalnya sih masih tenang-tenang aja, malah beberapa asik berselfie ria di tengah hutan. Lama-lama lumayan stress, karena 2 ban mobil belakang nyungsep makin dalam. Dan seperti adegan film, susah sinyal beneran kami alami di sana. Jadi kami terhilang di hutan yang tidak ada satu orangpun melaluinya. Sunyi sepi. Beruntung ada para pria wanita pejuang yang berusaha dengan segala macam cara, baik menyisipkan batu, mencari batang pohon untuk bisa mengungkit ban mobil yang nakal.

Pada akhirnya hampir semua harus terlibat dengan mendorong mobil dari belakang. Alhasil beberapa terpaksa mencicipi rasa asin pasir tapi dengan semangat 45, berhasil keluar juga akhirnya dan menemukan pantai Laipori nan indah bebas dari polusi maupun sampah tak bertuan.

Pengalaman tersebut mengajarkan betapa pentignya kerjasama saling mendorong untuk memecahkan masalah yang sepertinya sulit sekali. Meski kami awam, bukan orang yang ahli permobilan, asalkan bisa saling berbagi dan mau berkorban, selalu ada jalan keluarnya.

Sama dengan berbagai tantangan di Sumba, kami yakin apabila semakin banyak orang rindu mempraktekkan Tut Wuri Handayani, pastilah ada perubahan besar bisa terjadi di sana

About Puzzle of Life

Yayasan Puzzle of Life memiliki visi untuk mengembangkan potensi anak muda

View all posts by Puzzle of Life →