sampah, komodo, bintang

Bangun pagi dapat tantangan dari Philip Triatna untuk membuat kalimat dengan menggunakan 3 kata di atas. Kreatifitas yang biasanya tokcer, pagi ini mampet. Semua gara-gara kejadian semalam. Keinginan menolong sekaligus mendapatkan jahitan baju keren musnah, ketika seorang remaja yang dipercayakan malah berbohong dengan mengulur-ulur waktu penyelesaian baju bahkan makin sulit dicari dan ditemui. Rasanya geram mengingat itu bahkan meski akhirnya berhasil ditemukan. Tidurpun tidak nyenyak. Kesal tapi mikir, apa sih pelajaran dari kejadian tidak mengenakkan tersebut?

Kembali pada 3 kata di atas, tiba-tiba diingatkan ada kondisi yang sering kita anggap bintang tapi ujung-ujungnya sampah. Komodo yang terlihat tidak menarik, malah menjadi bintangnya Indonesia di mata dunia. Seringkali pikiran kita terbius dengan yang tampak baik, namun dibalik itu malah mengabaikan hal biasa bahkan sesuatu yang kita anggap kurang berguna, padahal itulah bintang sesungguhnya.

Salah satu orang yang saya kagumi menuliskan di sosmednya, bagaimana mengarahkan pikiran bukan pada orang yang jahat sama kita tetapi pada kebaikan Tuhan yang menguatkan dan memperindah jiwa kita. Hal ini membuat saya belajar bersyukur atas keajaiban dan anugerah Tuhan yang Ia limpahkan lewat beberapa orang di sekitar saya. Saat saya fokus pada hal buruk, malah merusak hari dan mood. Termasuk proses mencipta kalimat dari tantangan Philip Triatna

So inilah yang akhirnya bisa ku buat dalam imajinasi tantangan di atas

Terkadang kita melihat cantik rupawan sebagai calon bintang dan menganggap buruk rupa seperti komodo sebagai mahluk menjijikkan bahkan seperti sampah. Padahal yang cantik kadang berbau busuk, sedangkan yang buruk ternyata adalah bintang bersinar bagi sesama.

Yuk Guys, benerin pola pikir, supaya hidup lebih bermakna dan berguna

About Puzzle of Life

Yayasan Puzzle of Life memiliki visi untuk mengembangkan potensi anak muda

View all posts by Puzzle of Life →