truth self esteem comes from above

Kawan, dalam hidup seringkali kita menaruh rasa percaya diri atas apa yang kita rasa adalah milik kita. Entah itu harta, kemampuan, kemolekan diri, dll. Kita senang karena bisa menikmati dan mendapat pujian dari kelebihan tersebut.

Meski kita bisa mengatakan syukur atas anugerah Tuhan, tapi ujian sesungguhnya datang saat kita mulai kehilangan atau muncul persaingan. Kita nggak terima, bahkan menuduh Tuhan yang dirasa tidak adil. Salah satu di antaranya adalah Salieri.

Antonio Salieri adalah komponis, yang lebih banyak berkarya dalam opera. Ia bahkan sampai menjabat sebagai komponis kerajaan Austria saat itu. Ia punya banyak murid, satu diantaranya adalah Beethoven, yang nantinya juga akan menjadi komponis termasyhur sepanjang masa. Latar belakangnya memang bukan seniman, namun dengan tekad penuh ia terus belajar musik dengan sungguh-sungguh. Tetapi sayangnya pada masa tuanya ia tak lagi terkenal, lagu-lagunya pun semakin jarang dimainkan. Kontras sekali dengan Mozart.

Salieri yang sudah tua mulai gila dan selalu meneriakkan penyesalannya karena ‘membunuh’ Mozart. Di rumah sakit jiwa ia menceritakan kehidupannya pada seorang pendeta. Salieri, sebagai komponis senior yang sudah punya reputasi, lantas terkalahkan begitu saja oleh sang pendatang baru, Wolfgang Amadeus Mozart. Yang membuatnya benci pada Mozart tak lain hanya karena ia begitu menyukai karya-karya Mozart, tetapi ia merasa ilfeel melihat tingkah lakunya yang ‘menjijikkan.’ Sampai sampai Salieri yang awalnya sangat mencintai Tuhan pun menjadi membenci Tuhan, karena menurutnya ‘Tuhan bernyanyi melalui Mozart,’ satu hal yang menurutnya tak adil karena ‘Tuhan telah memilih manusia dengan tingkah semenjijikkan itu sebagai wakilnya di dunia.’

Kisah di atas adalah bagian dari film Amadeus yang menggambarkan perseteruan 2 komponis besar. Salieri yang awalnya sangat bangga dan percaya diri akan kemampuannya bahkan meyakini yang ia punya itu sumbernya dari Tuhan, menjadi marah ketika ada Mozart yang jadi saingannya.

Artinya kita diingatkan jangan menaruh rasa percaya diri pada kemampuan semata. Belajarlah bahwa apapun yang kita punya itu milik Tuhan dan kita hanyalah perpanjangan tangan Tuhan bagi dunia lewat karya/kemampuan kita.

Yang harus terus kita jaga adalah hati yang terpaut pada Pencipta di tengah dunia yang bisa berubah kapanpun juga. Semua yang di dunia bisa hilang, tetapi relasi dengan Tuhan adalah anugerah Tuhan yang terutama dan tak akan hilang sampai selamanya.

About Puzzle of Life

Yayasan Puzzle of Life memiliki visi untuk mengembangkan potensi anak muda

View all posts by Puzzle of Life →