Marah Menjadi Karya Besar “Indonesia Raya”

Wage Rudolf Supratman, seorang komposer lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dari namanya saja terlihat gabungan antara bahasa jawa dan belanda. Lahir bulan Maret 1903 dari ayah seorang tentara KNIL Belanda dan ibu sudah meninggal sejak ia kecil.

Ia kemudian diangkat jadi anak oleh kakaknya di Makasar dan banyak dibesarkan oleh Willem Van Eldik suami sang kakak. Bersamanya, ia jadi banyak mengenal musik bahkan sempat membuat band Black and White di masa remaja.

Perpaduan budaya, dan karena lebih banyak diasuh oleh kakak ipar membuat Wage suka dengan hidup budaya Belanda. belakangan saat ia pindah ke Batavia dan jadi wartawan, barulah ia bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan seperti John Leimena dan Amir Syarifudin. Dari ke 2 orang inilah Wage mulai belajar akan mencintai bangsa Indonesia.

Meskipun demikian ia masih menyukai hidup ala Belanda sampai satu saat sekelompok orang muda Belanda mengatai dia jangan berharap jadi orang Belanda karena kamu, inlander yang cuma  makan singkong busuk. Wage merasa terhina dan marah. Namun setelah itu mereda, ia malah makin condong mencintai Indonesia dan pelan-pelan banyak menuliskan soal Indonesia.

Tahun 1926, ia merasa tertantang menulis musik soal Indonesia karena ajakan dari harian TIMBUL. Ia berhasil menulis 3 stanza Indonesia Raya yang kemudian diperdengarkan pertama kali di Kongres Pemuda ke 2 tahun 1928. Ia memainkannya dengan biola diikuti 50 penyanyi pemuda lainnya. Sejak saat itulah lagunya makin dikenal dan dinyanyikan di mana-mana, meski ia makin dibenci Belanda. Sayang Wage meninggal tahun 1938, 7 tahun sebelum kemerdekaan. Lagunya menjadi lagu kebangsaan dan abadi hingga sekarang.

Salah satu talenta yang ia kembangkan muncul karena ia berani menyatakan perasaannya yang terhina namun ia ubah menjadi rasa kecintaan yang luar biasa pada Indonesia.

Jadi temans, tidak perlu ragu mengekspresikan perasaan terluka sekalipun. Seringkali itu bisa menjadi modal dalam menciptakan sesuatu yang positif dan luar biasa. Kalau Wage bisa, kamu juga bisa dalam berbagai bentuk karya buat Indonesia

About Puzzle of Life

Yayasan Puzzle of Life memiliki visi untuk mengembangkan potensi anak muda

View all posts by Puzzle of Life →